Jumat, 18 Agustus 2017

Santri itu kini terluka

pasuska/pramuka ponpes attanwir
    Keterlibatan santri dalam perjuangan kemerdekaan adalah fakta yang tak bisa dielakkan. Jauh sebelum kebangkitan nasional terjadi, kelompok santri sudah mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Banyak diantara mereka yg gugur sebagai pahlawan cum syuhada'. Beberapa diantaranya kemudian diabadikan namanya oleh pemerintah dg diangkat sebagai pahlawan nasional, kebanyakan lainnya tak lagi dikenal namanya, namun semangatnya selalu dikenang sebagai epos kepahlawanan -setidaknya di kalangan santri sendiri-.
     Nur Cholis Majid mengidentifikasi santri sebagai mereka yg belajar agama pada seorang kyai, mengikuti kyainya. Dalam perkembangan kemudian, ada dua tipologi santri yg dikenal dalam masyarakat: santri mukim (bertempat tinggal di pesantren) dan santri kalong (berangkat hanya saat mengaji dan pulang lagi setelah selesai mengaji).
     Kelompok ini pula -dalam sidang PPKI- lewat K.H. wahid Hasyim yg mula-mula mau menerima masukan dari perwakilan Timur untuk menghapuskan 7 kata dlm piagam Jakarta sehingga mampu mempengaruhi Ki Bagus Hadikusumo untuk memformulasikan ulang semangat keberagamaan dalam dasar Negara yang hari ini kita kenal sebagai sila pertama dalam pancasila. Bukti bahwa semangat kebangsaan kelompok ini tak bisa diragukan.
     Kelompok ini pula -sebagai organisasi islam- yg pertama kali menerima pemberlakuan pancasila sebagai asas tunggal; meski harus dicibir sana-sini. Jika hanya untul kepentingan golongan, kelompok ini tak pernah sekalipun melawan pemerintah. Terbukti saat presiden dari kelompok mereka dilengserkan scra inkonstitusional karena fitnah2 murahan yg disusul dg berbagai demonstrasi dari saudara seiman yang mengaku lebih modern, arus bawah sempat akan melawan tapi para kyai berfatwa: tak ada jabatan yg harus diperjuangkan mati2an. Sekali lagi, bukti dari komitmen kebangsaan yg benar2 tinggi.
     Kini mereka terluka. Setelah dicibir sana-sini karena mendukung pemerintah yg ingin membubarkan organ anti pancasila, kini mereka kembali dicibir karena melawan kebijakan pemerintah yang mengancam umat dan penanaman semangat kebangsaan: pemberlakuan #FDSsecara paksa lewat permendikbud 23 tahun 2017 dengan dalih pendidikan karakter -meski presiden bilang ini opsional-. Yang mengherankan, masih ada pula saudara seiman yg memfitnah mereka lewat video tak bermutu.
     Kelompok ini tak bergeming, mereka masih tetap melawan: gelombang perlawanan pun dilakukan di berbagai daerah secara massif dan struktur, lewat berbagai demonstrasi dan istighosah. Mereka, tidak mau begitu saja menyerahkan pendidikan agama pada sekolah2 negeri dg guru dan waktu yang seadanya. Mereka percaya bahwa belajar agama harus pada ahlinya, pada ustadz dan kyai lulusan pesantren yg sanadnya sampai pada kanjeng nabi Saw. Meski terluka, mereka tetap melawan dnegan menggaungkan #JihadtolakFDS tanpa meminta belas kasihan. Pembatalan permendikbud 23 adalah harga yang tak bisa lagi ditawar.
    Perlawanan mereka terhadap #FDS bukan hanya karena #FDS mengancam eksistensi Madin, melainkan lebih dalam dari itu. Mereka percaya bahwa kyai2 pengelola madin adalah kyai2 yg cinta tanah air karena sll mengingat fatwa hadratus syaikhnya -K.H. Hasyim Asy'ari- حب ال وطن من الايمان , sehingga dalam madin selalu ditanamkan juga jiwa utk selalu mencintai tanah air: buktinya tak ada satu pun santri lulusan madin yg menjadi teroris ataupun yg memberhalakan pancasila, kecuali mereka yg sewaktu kuliah memperbaharui pemahaman keagamaan mereka lewat kelompok2 yg baru muncul ke permukaan pasca reformasi '98. Sementara sekolah negeri, beberapa kali kecolongan materi buku ajar keagamaan yang mengajarkan kekerasan. 
    Ya, baru kali ini mereka benar-benar melawan, perlawanan yang sama sekali tidak mengganggu kehamronisan berbangsa dan tak sedikitpun meredupkan semangat kebangsaan -bahkan mereka juga melawan untuk semangat kebangsaan-. Tetaplah melawan dengan terhormat.-Meski tidak seberapa- aku hanya bisa memastikan bahwa tak akan ada satu pun anggota keluargaku yang bersekolah di sekolah negeri selama #FDS masih dipaksakan pemberlakuannya.
Ditulis setelah mengirimkan fatihah kepada anggota PPKI yang bersidang pada hari ini: 72 tahun yang lalu.
Kampung Halaman
Jum'at, 18 Agustus 2017.

#JihadtolakFDS

Kamis, 17 Agustus 2017

Kemerdekaan katanya?...

kemerdekaan ?...
bukan kebebesan personal
dia
dia dan dia...
kemerdekaan universal
disekolah, buku-buku, universitas tidak memberitahu bahwa kemerdekaan dan kebebasan hanya sebagai cakrawala
ia bukan semesta yang riil,
ummat manusia mendewa-dewakan dan bahkan menuhankan kemerdekaan dan kebebsan
ia hanya energi
tuk menemukan tahapan-tahapan batas kehidupan

kemerdekaan?...
"ktika kau merasakn batasan-batasan dan dialah kemerdekaan"

Selasa, 15 Agustus 2017

Sepenggal perjalanan dari pulau garam


"Ingatlah, nak kanakq, kakeh, lebih baek lakok jahat dari pada memiliki pikiran kerdil!...membaca dan teruslah membaca sampai kau merasakan kebosanan, menjadi martir dan teruslah melawan kebosanan sampai kau menemukan mimpi-mimpi kehidupan",

    SAMPANG. Bina desa jilid V adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh nak kanak mahasiswa bidikmisi surabaya madura, yang terdiri dari 10 perguruan tinggi(UTM, UNAIR, POLTERA, STAIN PAMEKASAN, UPN, UINSA, UNESA, PPNS, PENS, dan ITS) , guna melaksanakan fungsi tridharma perguruan tinggi dan juga tugas khusus kita sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, masing-masing perguruan tinggi mendelegasikan minimal 6 peserta, semua peserta adalah nak kanak pilihan dari ribuan mahasiswa bidikimisi, saya dan tim saya dari UTM berangkat dari kampus dengan modal dan usaha sendiri (Mencari donasi), berbeda dari kampus lain yang mendapatkan dana dan dukungan dari pihak sifitas akademik, Saya berangkat mewakili kampus bersama 7 teman saya( suhardi, santoso, faris, sayyi. Rinda, dan devi),

    Saya bersama 5 teman saya (olinka(PPNS), Nurul, faris, santoso, rossi) mendapatkan jadwal mengajar diyayasan miftahul ikhsan, dari nak kanak yayasan miftahul ihsan saya belajar akan pentingnya bangku sekolah, hampir dua minggu saya bersamanya, salah satu yayasan yang menerapkan sistem modern dan salafi, dari jam 08.00 istiwa istilah jam yang dipakai penduduk pribumi des. gunung rancak atau tepatnya jam 07.30 WIB. nak kanak mulai mengancingkan baju, singsingkan lengan baju, angkat senjata pusaka(tas,buku,bolpoin, dll). sekolah yang terdiri dari SMP dan SMA, terdapat 6 kelas, masing-masing kelas tidak sampai dari 15 murid, 

    hari selasa adalah hari pertama saya mengajar, disini tidak hanya sebagai pengajar tapi juga sebagai seorang isnpirator karena tujuan utama kegiatan kita disini membuka jendela education bagi nak kanak khusunya des. gunung rancak dengan memperkenalkan akan pentingya pendidikan tinggi, mengacu dari tujuan utama bahwasanya mensed nak kanak disini lebih mengedepankan pekerjaan dari pada menempuh pendidikan lanjut, syukur-syukur bisa lolos SMA, tetapi yang paling mengagumkan dari nak kanak disini sifat religius yang dimiliki sangat kental sekali, dari pagi sampai malam tidak akan pernah lepas dengana ajaran keagamaan, disekolah sudah mendapatkan ajaran agama, jam 12.00 istiwa pulang,14.00-16.00 kelas madrasah, setelah shalat magrib saya menjumpai nak kanak yang mengikuti ngaji quran dimasjid yang tak jauh dari yayasan yang kami ajar, 



"kami datang, kami datang dari seluruh penjuru setiap penghalang mimpi kesuksesan kami terjang, kami terjang"



    seperti yang saya katakan diatas kegiatan kami tidak hanya mengajar, banyak scedule yang telah direncanakan, dari kegiatan mengajar pramuka, gerak jalan, sosialisasi bahaya narkoba, pernikahan dini dan juga bahay seks bebas, serta mengadakan lomba-lomba kecil guna memeriahkan agustusan dan juga pertanda akhir dari kegiatan BINA DESA JILID V.

   Satu dua tiga pasti ada kekurangan dan kelebihan, dari segi SDM guru ajar yang lebih dominan dari guru agama menjadi salah satu faktor belum terlaksanakanya sistem pendidikan dan juga fasilitas yang kurang memadai, yang saya ketahui guru disitu hanya sebagai guru abdi atau guru tugas dari pondok(<+1 tahun) , semoga sepenggal kata-kata ini dapat menjadi acuan dari pemerintah setempat, serta menyentuh hati para ilmuan Saintek yang siap mengabdikan diri diyayasan tersebut.

   catatan akhir : pesan untuk nak kanak yayasan Miftahul ikhsan, morsyd (yang tak lupa dengan songkok hitamnya, "jangan sampai kau lepas nak itu identitas dan jati dirimu), putri dan nayla (sllu kembangkan bakatmu dan lebih percya diri dari situ dunia kan berada digenggamanmu, serta ikutilah lomba-lomba buktikan pada kedua orangtuamu jika kamu bisa), nak kanak kelas 12( tentukan kemana kakimu harus melangkah , ingat pesan yang selalu aku tnamkan, saya tidak memaksa dirimu kuliah, yang terpenting apa yang kamu lakukan bermanfaat bagi orang diskelilingmu, khusunya kedua orang tuamu, entah dirimu mau menikah, kerja dll, jika dirimu kerja ingatlah "jadilah bos, jangan jadi budak, tugasmu adalah mengusir para rambut merah/londo dari ibu pertiwi dirimu adalah aset bangsa yang berharga) berjalan diatas airpun tidak mudah, ketika kita mau berusaha semua pasti akan kita dapat, dirimu mempunyai latar belakang yang berbeda dari nak kanak laen, senyum pepsodent yang kau berikan tak pernah kami lupakan, akhir dari perjalanan FKMB SURAMADU (Forum komunikasi mahasiswa bidikmisi surabaya madura) kau melukiskan kenangan yang sangat sulit tuk kita lupakan, semoga tangismu menjadi saksi kesuksesanmu, teruslah berusaha tuk menjadi lebih baik, khususon nak kholis, berbaktilah sama nyai/nenek (anggap itu sebagai kedua orang tuamu yang saat ini berada dinegeri seberang), jangan males baca komik (kalo khatam baca komik doraeman, insyallah saya kirimkan komik episode berikutnya), yang terakhir maaf tuk semua saya tak bisa menulis satu persatu nama-nama kalian yang terpenting berusahalah selagi anda masih dikasih nafas, seperti pepeatah disaat kalian mengikuti lomba kali grafi "man jadda wa jada". tentukan kemana kaki kalian haruys melangkan saat ini juga, jangan menunggu kalian kelas 3 SMA. ,

"jika pengalaman adalah salah satu guru terbaik maka menjadi guru atau suri taudalan adalah pengalaman terbaik"




😁

Sabtu, 11 Februari 2017

"KISAH MAHASISWA PERANTAUAN, DI PULAU GARAM"


     
 Saya akan menceritakan sepenggal dari Cerpen Kisah dari teman saya seorang Mahasiswa perantauan yang bermukim di sebuah Pondok Pesantren Mahasiswa yang aktif dalam bidang keislaman tak lupa juga dia adalah seorang mahasiswa Muslim yang berprestasi Baik itu Akademiknya maupun Amalan Ibadahnya setiap hari, bahk
an dia juga seorang pengusaha Muda yang Sukses serta Seorang Mahasiswa Militer, Dari kesuksesan2 yang pernah diraihnya tak jauh pula dengan seorang Bidadari yang selalu mendampinginya, Walaupun terpisah karena jarak dan Waktu, Kekasihnya yang sangat dekat sekali dengan Ibunya ,saya katakan padanya Luar biasa sekali Kisah dalam Hidupmu,Ketika saya bersamanya, beberapa menit kemudian HFnya berbunyi dia tidak mengangkatnya, beberapa detik lagi HFnya berbunyi dia tidak mengangkatnya, beberapa detik lagi, lagi dan lagi HFnya berbunyi dia tetap tidak mengangkatnya lagi saya mengatakan ANGKAT dia bilang TIDAK USAH, BIAR SAJA, GANGGU, tidak lama kemudian HFnya kembali berbunyi, lalu saya mengatakan TIDAK APA-APA LEBIH BAIK DIANGKAT , " NANTI SAJA SAYA URUS", begitu penasarannya saya lihat ternyata dilayarnya tertulis IBUnya yang telfon,saya sodorkan HFnya dengan sangat terpaksa dia mengangkat telfonya dan berkata " ADA APA BU?" "NAK IBU RINDU SAMA KAMU, IBU KANGEN SAMA KAMU, KAPAN KAMU PULANG, IBU INGIN MELIHAT WAJAHMU" " BU, SAYA SIBUK, SAYA BANYAK PEKERJAAN, SAYA BANYAK TUGAS KULIAH, SAYA BANYAK URUSAN, KAPAN2LAH SAYA PULANG" lalu dia mematikan telfon itu, Malam tiba saya dikagetkan ternyata telfon dari teman saya, dia bilang dengan suara yang keras dan lantang sampai2 saya tak bisa mendengarnya begitu jelas, Dia bilang " IBU SAYA, MENINGGAL DUNIA" , para hadirin yang dimuliakan oleh allah, kita selalu mencari surga-surga yang Jauh, pergi Haji berkali kali, Shalat lima waktu tak pernah Lupa, Puasa senin kamis tiap minggu, Tapi kita lupa surga yang paling dekat, surga yang begitu mudah kita dapatkan, tapi kita lupakan, Surga tersebut ada dirumah kita, surga yang cepat kita dapatkan surga itu adalah "KEDUA ORANG TUA" kita, mumpung tasek mudo ojo lali MAK LAN PAK ,

#ciumlahtangan ibubapakmu selagibisadanadakesempatan
Nb_Hanyacoretantangan

Jumat, 10 Februari 2017

Hubungan Pendaki dengan Secangkir Kopi


 
"Gelas tak dhe panci pun jadi"
   Banyak ungkapan yang mengatakan bahwa 'Ada Pendaki Pasti Ada Kopi', entah darimana ungkapan tersebut, akan tetapi ungkapan itu memang selalu ada dan selalu diidentikkan dengan pendaki.

     Memang tak semua pendaki menyukai kopi tapi biasanya apapun bawaan logistiknya, dalam sebuah tim pendakian pasti di carrielnya pendaki terselip beberapa sachet kopi. Entah sekedar untuk rasa persahabatan atau apa tetapi kopi khususnya kopi hitam sangat erat kaitannya dengan para pendaki.

      Kopi yang terasa pahit dan hangat kadang membuat suasana dingin di gunung akan terasa nikmat. Apalagi diminum bersama dengan teman atau bahkan pasangan pasti akan terasa nikmat. Dalam filosofi persahabat sering diungkapkan, sebuah persahabatan terjadi karena sebuah kesamaan dan tenggang rasa.

     Begitupun dengan pendaki, rasa kebersamaan dan tenggang rasa pun sudah tertanam di jiwa mereka, sebut saja ketika temannya mengalami cedera ditengah perjalanan, tak mungkin pendaki sejati akan meninggalkan temannya berjalan sendiri, pastinya pendaki sejati akan menanti temannya dan menjaga selalu temannya tersebut.

      Dari berbagai ungkapan tersebut maka bukan tidak mungkin 'secangkir kopi memiliki hubungan erat dengan para pendaki'. Bahkan beberapa pendaki pun sering menaburkan bumbu-bumbu captionnya dengan kata 'Angkat Gelas Kopimu Kawan' atau 'Rindu Ngopi di Ketinggian' atau juga lainnya yang memiliki sangkut paut dengan kopi.

     Setuju atau tidak, tetapi Secangkir Kopi dan Pendaki memang erat hubungannya dan tidak akan terpisahkan.