Sabtu, 11 Februari 2017

"KISAH MAHASISWA PERANTAUAN, DI PULAU GARAM"


     
 Saya akan menceritakan sepenggal dari Cerpen Kisah dari teman saya seorang Mahasiswa perantauan yang bermukim di sebuah Pondok Pesantren Mahasiswa yang aktif dalam bidang keislaman tak lupa juga dia adalah seorang mahasiswa Muslim yang berprestasi Baik itu Akademiknya maupun Amalan Ibadahnya setiap hari, bahk
an dia juga seorang pengusaha Muda yang Sukses serta Seorang Mahasiswa Militer, Dari kesuksesan2 yang pernah diraihnya tak jauh pula dengan seorang Bidadari yang selalu mendampinginya, Walaupun terpisah karena jarak dan Waktu, Kekasihnya yang sangat dekat sekali dengan Ibunya ,saya katakan padanya Luar biasa sekali Kisah dalam Hidupmu,Ketika saya bersamanya, beberapa menit kemudian HFnya berbunyi dia tidak mengangkatnya, beberapa detik lagi HFnya berbunyi dia tidak mengangkatnya, beberapa detik lagi, lagi dan lagi HFnya berbunyi dia tetap tidak mengangkatnya lagi saya mengatakan ANGKAT dia bilang TIDAK USAH, BIAR SAJA, GANGGU, tidak lama kemudian HFnya kembali berbunyi, lalu saya mengatakan TIDAK APA-APA LEBIH BAIK DIANGKAT , " NANTI SAJA SAYA URUS", begitu penasarannya saya lihat ternyata dilayarnya tertulis IBUnya yang telfon,saya sodorkan HFnya dengan sangat terpaksa dia mengangkat telfonya dan berkata " ADA APA BU?" "NAK IBU RINDU SAMA KAMU, IBU KANGEN SAMA KAMU, KAPAN KAMU PULANG, IBU INGIN MELIHAT WAJAHMU" " BU, SAYA SIBUK, SAYA BANYAK PEKERJAAN, SAYA BANYAK TUGAS KULIAH, SAYA BANYAK URUSAN, KAPAN2LAH SAYA PULANG" lalu dia mematikan telfon itu, Malam tiba saya dikagetkan ternyata telfon dari teman saya, dia bilang dengan suara yang keras dan lantang sampai2 saya tak bisa mendengarnya begitu jelas, Dia bilang " IBU SAYA, MENINGGAL DUNIA" , para hadirin yang dimuliakan oleh allah, kita selalu mencari surga-surga yang Jauh, pergi Haji berkali kali, Shalat lima waktu tak pernah Lupa, Puasa senin kamis tiap minggu, Tapi kita lupa surga yang paling dekat, surga yang begitu mudah kita dapatkan, tapi kita lupakan, Surga tersebut ada dirumah kita, surga yang cepat kita dapatkan surga itu adalah "KEDUA ORANG TUA" kita, mumpung tasek mudo ojo lali MAK LAN PAK ,

#ciumlahtangan ibubapakmu selagibisadanadakesempatan
Nb_Hanyacoretantangan

Jumat, 10 Februari 2017

Hubungan Pendaki dengan Secangkir Kopi


 
"Gelas tak dhe panci pun jadi"
   Banyak ungkapan yang mengatakan bahwa 'Ada Pendaki Pasti Ada Kopi', entah darimana ungkapan tersebut, akan tetapi ungkapan itu memang selalu ada dan selalu diidentikkan dengan pendaki.

     Memang tak semua pendaki menyukai kopi tapi biasanya apapun bawaan logistiknya, dalam sebuah tim pendakian pasti di carrielnya pendaki terselip beberapa sachet kopi. Entah sekedar untuk rasa persahabatan atau apa tetapi kopi khususnya kopi hitam sangat erat kaitannya dengan para pendaki.

      Kopi yang terasa pahit dan hangat kadang membuat suasana dingin di gunung akan terasa nikmat. Apalagi diminum bersama dengan teman atau bahkan pasangan pasti akan terasa nikmat. Dalam filosofi persahabat sering diungkapkan, sebuah persahabatan terjadi karena sebuah kesamaan dan tenggang rasa.

     Begitupun dengan pendaki, rasa kebersamaan dan tenggang rasa pun sudah tertanam di jiwa mereka, sebut saja ketika temannya mengalami cedera ditengah perjalanan, tak mungkin pendaki sejati akan meninggalkan temannya berjalan sendiri, pastinya pendaki sejati akan menanti temannya dan menjaga selalu temannya tersebut.

      Dari berbagai ungkapan tersebut maka bukan tidak mungkin 'secangkir kopi memiliki hubungan erat dengan para pendaki'. Bahkan beberapa pendaki pun sering menaburkan bumbu-bumbu captionnya dengan kata 'Angkat Gelas Kopimu Kawan' atau 'Rindu Ngopi di Ketinggian' atau juga lainnya yang memiliki sangkut paut dengan kopi.

     Setuju atau tidak, tetapi Secangkir Kopi dan Pendaki memang erat hubungannya dan tidak akan terpisahkan.